Bukan sebuah Puisi


Ini bukanlah puisi. Melainkan hanya untaian kata yang ingin tercuap. Namun tak mampu diucapkan.
Diawali dengan permohonan maaf dariku. Atas tindakan yang aku lakukan. Aku memilihnya karena ini adalah pilihan yang terbaik.
Selama ini aku mampu mengendalikannya, tapi entah kenapa hari itu tidak bisa.
Aku bercerita pada temanku. Dan aku disarankan untuk melakukan apa yang sudah aku lakukan. Itu semua demi kebaikan.
Kejam ? mungkin bisa dikatakan iya. Karena aku tak meninggalkan pesan alasan.
Selama ini ku diam. Karena tak pandai berkata. Hanya bisa berdoa. Karena semua yang terjadi atas kehendak-Nya.
Agar semua tidak hanya harapan. Karena harapan pada manusia itu menyakitkan, lebih baik serahkan saja kepadaNya.
Meski entah akan bersama atau tidak. Janganlah sampai ada pertikaian, karena keindahan akan terlihat dalam ikatan persaudaraan.
Kebahagiaan yang pernah dirasakan. Biarlah itu menjadi kenangan. Kenangan yang harus segera dilupakan.
Agar bisa menata kembali kebahagiaan di masa datang.

Tasik, 30 Maret 2018
Ttd
Akar

Komentar