Postingan

Profesi sementara 'Pengacara'

Pengacara (read : pengangguran banyak acara) merupakan salah satu profesi yang saya alami setelah menyelesaikan studi. Loh, apa ga kerja ? Jawabannya, belum dan mohon doanya 😁. Kenapa belum? Apakah tidak melamar ke perusahaan atau tempat kerja lainnya? Jawabanku, sudah tapi bukan rejekinya di perusahaan itu. Sedang ikhtiar lagi untuk daftar CPNS (mohon doanya 😁 semoga lolos segala tahapan seleksi). Apa ga usaha buat membuka tempat kerja? Ya semacam wirausaha atau start-up seperti yang sedang banyak dilakukan oleh makhluk-makhluk milenial lainnya? Penjelasannya, saya ada keinginan membuat startup, tapi ada kekurangan dan hambatan yang ada dalam diri saya dan hal itu setelah ditelusuri lebih dalam solusinya ada dalam diri saya. Namun, sayangnya belum mendapat keputusan terbaik untuk ke depannya. Kadang lebih berfikir, kenapa tidak mengotimalkan saja bekerja sama dengan startup yang sudah ada? Bersama lebih baik kan? Adapula hambatan untuk memulai nya adalah mendapatkan partne...

5 yang Istimewa

Gambar
Di awali dengan sunrise pada hari Jumat 24 Agustus 2018, perjalanan menuju Purwokerto. Tujuan utamaku adalah Pekalongan. Loh, kenapa mau ke Pekalongan tapi ke Purwokerto. Jadi mau kemana? Transportasi yg aku pilih menuju lokasi adalah kereta. Kenapa ? Karena aku sendirian. Kurang berani gitu kalo pake bus ke kota yg belum pernah kesana tapi sendirian. Menurutku, pakai kereta itu aman dan nyaman. Untuk jalur kereta tidak ada yang langsung menuju stasiun lokasi kegiatan. Harus transit dulu di Purwokerto. ... Beberapa hari sebelum keberangakatan, aku sedikit menyakan kepada teman-teman apakah ada yg berada di Pureokerto tanggal 24 itu ? Ada kawan sma ku, tp pada akhirnya aku bersama kawan kuliah. Loh, jadi mana yang bener ? Kawan sma ku dia tgl 24 itu ada agenda ujian profesi, dan ternyata ada kawan kuliah yg sedang berada di Purwokerto. Maka aku pilih di teman kuliah ku, bukannya tidak mau. Hanya mengerti saja... 😁 karena biasanya tu kalo kita ada tamu, pikiran jadi kaya t...

Sang Melankolis v.s Plegmatis

Aku ingin menuliskan ini, karena ini adalah konflik terbesar yang pernah aku alami. Sebagai pengantar, aku merupakan orang yang memiliki kepribadian melankolis dan plegmatis. Terkadang ekstrovert kadang juga introvert. Kedua hal ini berimbang, entah aku mungkin termasuk orang yang aneh dimata orang lain. Aku mungkin pintar dalam berperan. Berperan menutupi segala hal permasalahan yang terjadi dalam hidupku. Sehingga, sedikit orang yang tau bagaimana aku berproses. Hanya beberapa orang yang aku percaya yang bisa menjaga rahasia, dan bisa memberikanku ketenangan atas masukan-kritikan untuk diriku yang lebih baik. Perang batin sering aku alami, pertumpahan air mata pun tak tanggung-tanggung. Tak kenal waktu, tak kenal lelah, air terus mengalir, sebelum pemikiran positif memenangkannya. Seperti hari ini, aku sedang merasa banyak tekanan yang ternyata jika dipikirkan itu hanya atas khayalan ku saja. Seorang melankolis yang dikenal “perfectionist” dan ingin segera tuntas inilah yang memulai...

Secuil makna dari beribu Makna

Selamat membaca kembali, Saya ingin memberikan review sedikit mengenai film yang pernah saya tonton kemarin bersama teman-teman yang berjudul 5PM ( Penjuru Masjid ). Saya lebih menyoroti makna yang terkandung di dalam film itu. Tentunya apa yang saya tangkap ya, Aktor-aktris yang berperan dalam film tersebut, saya tidak terlalu ingat nama lengkap mereka siapa. Karena selama ini saya menonton suatu film tidak terllau melihat siapa yang memerankan, melainkan pada konten atau tema yang diangkat. Film tersebut menceritakan latar belakang, kenapa seseorang bisa mencintai masjid dan memakmurkan masjid. Namun, itu hanya segelintir cerita saja. Saya melihat banyak rekan-rekan mahasiswa atau masyarakat di luar sana yang mungkin memiliki cerita yang berbeda. Beberapa pesan yang bisa saya tangkap dari film itu diantaranya, 1.     Sesibuk apapun kita dalam mencapai cita-cita, janganlah sekali-kali kita melalaikan perintahNya. Karena segala apapun akan terjadi atas ke...

Hanya bercerita

Ada hal yang membuat saya menulis tentang teman atau sahabat. Hal ini mungkin hanya prasangka buruk saya saja. Belum tentu orang berkata yang sama dengan saya. Jika diantara pembaca memiliki masukan atau kritikan atas pemikiran dan perbuatan saya, silahkan komentar di kolom di bawah 😊. Hal yang melatar belakanginya adalah perasaan saya yang seringkali disakiti, entah ini memang benar atau hanya sekedar pemikiran buruk yang mencoba mengendalikan saya. Saya seringkali sakit hati, karena mengganggap seseorang adalah sahabat dan saya selalu terbuka dengan dia. Tapi, tidak sebaliknya. Kadang bahkan seringkali ada kabar tentang seseorang itu yang tidak saya ketahui dari pembicaraan dirinya sendiri secara langsung. Melainkan saya dapat dari orang lain. Bukan selalu ingin tahu informasi dan harus laporan setiap saat, tapi mohonlah kasih penjelasan terhadap saya yang selama ini mengganggap diri anda adalah sahabat saya. Saya bukanlah satpam yang harus mendapatkan laporan 1x 24 jam. Saya hany...

sebuah puisi "Menanti dalam Penantian"

Menanti dalam Penantian  Karya: Akar Senja di sore hari, begitu indah untuk dipandangi Entah sudah berapa lama aku menikmatinya sendiri Tak ada teman, tak ada kawan, hanya seorang diri Seperti inilah hidupku ini Kini baru ku sadari, Bahwa aku berada dalam suatu penantian Penantian yang penuh dengan ketidakpastian Aku hanya bisa menaruh harapan Kepada-Nya Sang Pencipta Kehidupan Bermunajat dalam setiap doa Agar aku bisa dipertemukan dengan dia Dia yang telah Dia ciptakan, Dia yang akan menuntun hidupku menuju ke surgaNya Mengintropeksi diri, hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini Untuk dia yang saat ini ku nanti, Mari kita terus memperbaiki diri Kelak akan datang akhir dari penantian ini.

sekedar bercerita

aku bukanlah teman yang baik, tapi aku akan terus berusaha menjadi teman yang baik, aku seringkali merasa berbeda di saat ikut berkumpul dengan orang lain, mungkin karena tindakan ku yang ‘sedikit’ berbeda dengan orang lain. kadang aku berfikir apakah pilihanku ini salah selama ini? terlihat sekali jika ada suatu obrolan yang renyah diperbincangkan oleh mereka namut sungguh alot bagiku. terasa menjadi orang bodoh saat itu. tapi bukan ini alasan aku merasa salah. ya mungkin memang orang lain punya pemikiran tersendiri dan aku pun punya pemikiran atau ideologi yang aku pegang saat ini. tak mungkin aku mati-matian berusaha untuk mereka agar bisa memiliki persamaan pemikiran denganku. ini sungguh sulit nya luar biasa. aku harus terus belajar untuk menerima perbedaan pendapat karena itu suatu bentuk pendewasaan. oh ya, aku pernah bilang pada temanku ketika melihat tingkat bawah yang penampilan membuat kami intropeksi. “kok aku kaya yang masih anak kecil ya?” “sama aku...