5 yang Istimewa
Tujuan utamaku adalah Pekalongan.
Loh, kenapa mau ke Pekalongan tapi ke Purwokerto. Jadi mau kemana?
Transportasi yg aku pilih menuju lokasi adalah kereta. Kenapa ? Karena aku sendirian. Kurang berani gitu kalo pake bus ke kota yg belum pernah kesana tapi sendirian. Menurutku, pakai kereta itu aman dan nyaman.
Untuk jalur kereta tidak ada yang langsung menuju stasiun lokasi kegiatan. Harus transit dulu di Purwokerto. ...
Beberapa hari sebelum keberangakatan, aku sedikit menyakan kepada teman-teman apakah ada yg berada di Pureokerto tanggal 24 itu ? Ada kawan sma ku, tp pada akhirnya aku bersama kawan kuliah.
Loh, jadi mana yang bener ?
Kawan sma ku dia tgl 24 itu ada agenda ujian profesi, dan ternyata ada kawan kuliah yg sedang berada di Purwokerto. Maka aku pilih di teman kuliah ku, bukannya tidak mau. Hanya mengerti saja... 😁 karena biasanya tu kalo kita ada tamu, pikiran jadi kaya terfokus ke tamu yg mau atau sudah datang. Nah, daripada aku ngeganggu pikiran dia yg harus fokus ke ujiannya... aku pilihlah kawan kuliahku. 🤣
Siapa dia?
Dia adalah Dyah.
Ya kawan kesmas unsil juga (angkatan 2015). Kenapa Dyah (read : Kuskus) bisa ada di Purwokerto ? Awalnya aku khawatir lagi liburan atau ada acara keluarga 😅 , setelah pertanyaan detail aku utarakan... Ohhhh itu alasannya, dan aku syokk 😏😲... oke setiap orang punya alasan dalam menentukan pilihan dalam bertindak right? Aku yakin kalian sudah tau alasannya terutama yg satu angkatan, kalo belum tau tanya sendiri aja sama orangnya 😂...
Banyak bonus yg aku dapatkan ternyata...
Apakah itu?
1. Ada tempat untuk tidur sejenak,
2. Aku dapat informasi bahwa di Kabupaten Banyumas itu ada aturan ga boleh ada pengemis dan pengamen. Sebenrnya ada aja sih beberapa tp menurut sedikit penglihatanku ga sebanyak di kota perantauanku saat kuliah, atau tempat lainnya.
3. Dapat banyak masukan, cerita dan saran dari Bapa nya Ayu (read : kuskus)... [untuk IG ... nanti aku bakal cerita khusus tentang ini]
4. Bakso enak dijajanin sama Bapa ny Ayu 😋😋😋... makasih hhee nama baksonya itu Bakso PDAM Lama... katanya sih ada bakso yg sebenernya yaitu bakso ....
Perjalanan selanjutnya dari Purwokerto menuju Pekalongan 🤗🤗🤗
Sempat khawatir salah masuk kereta... aku cek lagi, kata bapa petugas yg ada disitu bilang keretanya di jalur 4... setelah aku cek bener, khawatir aja sih maklum sendirian hhaa kalo kesasar kan berabe 😏
Sampai di stasiun Pekalongan sekitar jam 20.03 wib tp memang agak telat dikit 😁
Pada awalnya aku janjian sama Yuli, Gilang, Nining yg jam kedatangannya ya hampir sama (peserta I-YEV camp)...
Aku sampai duluan dibanding mereka,
Ketika aku nunggu kedatangan mereka, aku melihat seorang laki-laki yg menurutku itu adalah Dio (peserta IYEV camp) tapi karena aku takut salah orang pula dan belum sempat janjian juga sih...
Skip,
Setelah menunggu beberapa menit Gilang, Yuli dan Nining datang dan singkatnya kita udah ketemu dan selanjutnya makan bareng. Rencana awal kita mau stay nunggu di stasiun, tapi karena gak kuat sama nyamuk yg ada di sekitar stasiun... akhirnya kita kontak ke mas obek, yg dulu disarankan sama mba Rosi, ya pada akhirnya kita ikut tidur di basecamp mas obek,
Ternyataa... sudah ada Dio di sana, setelah istirahat, kita bincang2 receh dan makan hhaa... padahal kita udah makan di tempat makan sekitar stasiun,
...
Hari berikutnya kita menuju stasiun Pekalongan lagi karena titik point kumpul disana dan peserta lain sudah ada di tempat. Kita naik go-car dengan ala-ala penuh drama akhirnya kita bisa berangkat...
Ketika sampai di stasiun, sudah banyak ternyata yg kumpul di sana,
...
Dari Stasiun Pekalongan menuju lokasi kegiatan yaitu di Petungkriyono, kita menggunakan Pazero keren kan, hha sebenernya memiliki arti panas jaba jero (artinya tau kan lah yaa),... kendaraan itu disebut Duplak (oleh masyarakat setempat)...
Ga ada angkot yaa, cuma ada Duplak, salahnya aku lupa g nanya lebih dalam lagi apakah duplak ini sistemnya penyewaan atau gimana hee..
Intinya sih sering digunakan untuk urusan ke kota atau ke pasar karena letak geografis nya gunung jdi jauh bangett...
Ada sih yg punya motor tp ya kan ga semua,,
*kesekian kalinya melewati jalan penuh dengan ditukangan dan tanjakan, khasnya pegunungan wkk... tp sekrang sensaninya gilaa lebih ekstrim, untung cuma duduk aja ga seperti sebelum2nya dengan ngendarain motor 😂, kayknya klo ngendarain sendiri 1/4 perjalanan juga udah angkat tangan hhe...
Sejauh awal perjalanan, kondisi jalanny bagus dan tak banyk yg berlubang,...
Namun, ketika disela2 acara I-YEV camp ya sepet berbincang2 dikit sama pemuda lokal yg jadi peserta bahwa jalan mulus itu baru diperbaiki dan sebenrnya di jalan selanjutnya belum sebagus gitu kondisinya, (aku gunakan kata belum ya, dengan harapan akan ada perbaikan selanjutnya)
...
Sampailah kita di lokasi kegiatan yg 3 hari ke depan kita akan camping.. tepatnya di Welo Asri, salah satu tempat wisata di Petungkriyono... kalian bisa foto-foto di alam yang sunggu asri, adem, ayem, tentrem, bisa ketemu owa jawa (kalo beruntung sih), eh ga cuma foto-foto loh, tapi kalian bisa juga menikmati kaya arum jeram gitu, tapi sayangnya kemarin itu keadaan debit air nya sedang tidak besar, lagi kemarau, sebenernya pengen tuh nyebur, tapi ya belum terlaksana dah,, next time nih hha (semoga bisa kesana lagi ya 😊)
...
25 Agustus 2018 - 27 Agustus 2018,
Acara Indonesian Youth Entrepreneur & Voluntary (I-YEV) Camp 2018 berlangsung... acara ini diselenggarakan oleh Grow 2 give dnegan bekerja sama dengan beberapa organisasi lain, salah satunya merit semarang.
rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, ada materi-materi workshop, peserta acara ini ga cuma mahasiswa-mahasiswa yg dinyatakan lolos seleksi pada sebelumnya, tapi juga pemuda lokal (masyarakat asli Petungkriyono), tugas peserta dari mahasiswa sebgai peer educator untuk membantu pemuda lokal memahami materi-materi yg disampaikan.
...
Maaf aku g bisa detail menjelaskan materinya apa aja dan bagaimana aja, hhe pada intinya aku salut dan sumpah keren keren banget,
Kadang serasa malu juga udah umur segini udah ngelakuin apa aja?
Motivasi baru, amunisi untuk aksi yg baru,
...
Ini adalah camping pertama kalinya aku.
Awalnya dapat informasi bahwa disana suhu disana sampai 15°C , tapi beruntungnya ada kabar lagi bahwa suhu sekitar 19°C hhoo,,
...
Pentas seni, ya ini adalah salah satu rangkaian pada malam kedua.
Mengenai hal ini sudah diberi tahu sebelumnya,, dengan diskusi di grup wa kami (grup 2) memutuskan menampilkan beberapa lagu daerah... awal rencana cuma sekedar nyanyi, saat hari-H berubah beberapa kali ide hhee maklumlah the power of kepepet, ya sejadi-jadinya pentas seni yang penting bahagia kan?
*jadi teringat ketika dulu di acara Bakti desa Nasional di Palembang, hha sumpah, jadi merindu dengan rekan tim dan teman-teman lainnya 😢
...
Di hari terakhir kita bener-bener full untuk have fun. Kita color run dari lokasi camping sampai setengah perjalanan menuju desa yg menjadi sentral pembuatan gula aren dan kopi. Banyak belajar deh dari masyarakat disana. Aku kemarin ke lokasi pembuatan gula aren. Ada yg di cetak dan ada yg dibuat menjadi gula semut. Seperti apakah gula semut ? Apakah itu terbuat dari gula semut ? Jadi gula semut itu bentuk lain gula aren, bentuknya kaya kristal-kristal gitu ukurannya sperti gula pasir.
Kualitas nira (air sadapan dari pohon aren) untuk dijadikan gula semut. Berdasarkan penjelasan pemuda (mas syukur, •kalo ga salah namanya) air nira yg digunakan itu agak bening. Saat kita berkunjung disana, ibu pembuat gula sedang memasak air nira. Dan sengaja menyiapkan yg setengah matang, agar kita tahu cara pencetakannya kayak gimana. Padahal itu seharusnya sudah dicetak pada malam hari. Selain itu, kita nyobain air nira yg belum dimasak. Segarrr, manis, hhaa
Kita juga nyoba gula yg setengah jadi kayak jolali, manis enak, eh tau ga? Kalo gula ini ga dicampur apapun lagi lohhh, murni air nira aja,
Selesai kita melihat proses pembuatan gula, dilanjutkan dengan diskusi bersama ibu lurah dan beberapa msyarakat yg berperan aktif dalam bisnis gula dan kopi ini.
...
Kemudian dilanjutkan dengan acara liburan ke curug Bajing. Salah satu destinasi wisata alam di Petungkriyono. Penasaran kayak gimana curugnya ?
Eh curug itu sama dengan air terjun ya,hhe kali aja ada yg belum tahu...
Gilaa, indah banget ciptaan Allah yg satu ini. Meski perjuangan perjalanan yang harus ditempuh ga mudah, tapi asli puas bangett 😁
...
Itulah akhir kebersamaan kita,
Ya sperti itulah kehidupan ada pertemuan dan didampingi kehadiran perpisahan.
Sebagian peserta berangkat pada malam itu juga ada pula yg hari esoknya...
Pada malam ini, aku memutuskan untuk stay di stasiun bersama kawan lainnya,
Karena rencana awal sempat tertunda. Malam itu akhirnya terlaksana juga, ke Alun-alun Pekalongan, hhe
Sebenarnya ingin tuh beli batik asli pekalongan tapi, kondisi dompet dan sudah larur malam pula. Hha jadi cuma dihabiskan dengan jalan-jalan dan menikmati susu jahe ditemani roti bakar, hhe
...
Terimakasih kepada mba rosi dan teman-teman panitia, serta masyarakat petungkriyono yang sudah mewarnai hidupku 3 hari itu.
Aku mungkin agak berbeda dengan teman-teman peserta lainnya yang mudah adaptasi. Karena aku termasuk orang agak pendiam, hhe
Tapi kalo udah deket banget mah, bisa-bisa lebih aneh, hha 🤣
...
Perjalanan pulang, 28 Agustus 2018 aku bersama Yumna dengan tujuan yg sama yaitu ke Purwokerto. Kita berpisah ketika sudah sampai stasiun Purwokerto. Aku menuju pertemuan selanjutnya dengan kawan lamaku. Siapa dia?
Dia adalah Atun. Kawan sejak sma. Kita satu kosan binsat (Bina Satria). Setelah sekian lama tidak berjumpa, akhirnya...
Pada hari itu ternyata ada pertandingan final badminton. Bela-belain streaming pakai hape loh yaa buat nonton,
Alhamdulillah menang yuhuuu 😚😚 sampai nunda makan siang pula, wkk..
Hanya sbentar kita bersama, sorenya aku harus kembali ke stasiun lagi...
Hmmm ingin rasanya diperpanjang lagi,
Tapi, tidak mungkin.
Semoga ada kesempatan lagi di kemudian hari.
...
Itulah singkat cerita ku selama perjalanan 5 hari kemarin.
Banyak belajar selama 5 hari itu,
Recharge energi untuk merangkai mimpi lagi, menata ulang, dan harus melihat diri ini lagi lebih dalam lagi, agar tak salah arah jalan.
Keberanian untuk beraksi memang belum sepenuhnya terisi seperti orang-orang hebat itu, tapi aku yakin akan ada saatnya aku bisa beraksi.
Bertahap, berproses, dan berdoa.
Jangan lupa bahagia,
Jadi diri sendiri lah,
...
Sedikit cerita kenapa aku daftar ke acara ini ?
Ya awalnya iseng-iseng aja, karena sambil ngisi waktu juga. Tak taunya lolos dan ketika membaca materi2 yg akan disampaikan, cukup menarik. Boleh lah,
Dann, pada kenyataannya gilaaa gilaaa keren abisss...
...
Mohon maaf jika ada salah kata atau nama atau kesalahan lainnya, 😊
Semoga bermanfaat,
#jurnalakar

Komentar
Posting Komentar