Teman atau Sahabat 2

Kini aku ingin melanjutkan ceritaku tentang Teman atau Sahabat ?
Aku berkata, ku anggap semua orang di sekitarku adalah teman. Teman yang bukan hanya sekedar kenal.
Hei kawan, jangan kau merasa minder atau benci kepada diriku. Karena aku hanya memberikan title teman bukan sahabat. Aku hanya ingin kau tak sakit hati karenaku. Aku takut jika aku memberikan title sahabat, aku tak selalu bersamamu. Aku tak memberikanmu support jika kau berada di keadaan yang terpuruk, disaat aku tak tahu. Aku akan mendoakanmu. Tenanglah, aku memngganggapmu saudaraku. Ingatlah kalimat yang pernah aku tulisan di cerita sebelumnya. Banyak teman sama dengan banyak saudara. Dan aku suka itu.
Aku tidak ingin menjadi pemisah antara kau dengan yang lainnya.
Disaat kau bahagia. Aku ikut bahagia. Meski mungkin aku tahu bukan dari kau secara langsung. Disaat kau sedih, aku akan mendoakanmu. Agar Allah segera memutarbalikan keadaan hatimu.
Aku berbeda dengan yang lain. Maafkan.
Aku tak banyak bercerita denganmu. Bukan berarti aku tak percaya denganmu. Tapi, aku mengerti keadaanmu.
Sejujurnya aku terbuka untuk siapapun itu. Aku hanya tidak ingin sakit hati atau membuat sakit hati. Maka dari itu, aku pilih menjaganya.
Tak banyak yang sependapat denganku. Itulah manusia. Manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling melengkapi dan menghargai.

Komentar